Kamis, 27 Desember 2012

BE A GREAT PEOPLE


JADILAH ORANG HEBAT !
Kembali bangkit saat terjatuh
Tetap tersenyum saat menangis dan bertahan dalam setiamu
Seseorang yang hebat ,
Bukan dia yang punya banyak pacar
Bukan dia yang dapat mempermainkan orang lain
Bukan dia yang menjadi rebutan
Orang hebat adalah :
Dia yang setia meski terkhianati
Dia yang bersabar meski tersakiti
Dia yang mencintai meski tak teralas
Dia yang berkorban meski tak mendapatkan hasil
Dia yang tak pernah menyerah tuk bahagia
Dan dia yang tak pernah mundur tuk maju

Kamis, 06 Desember 2012

SESEORANG


Seseorang hadir dalam hidupmu karena sebuah alasan
Mereka datang menawarkan kebahagiaan dan kekecewaan
Ada yang hanya sesaat tapi ada pula yang setia setiap saat bersamamu, mereka datang silih berganti meninggalkan kenangan yang terkadang perih
Namun percayalah, akan ada seseorang datang dan menetap sepanjang hidupmu
Tuhan sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat agar kamu bisa mensyukuri karunia-Nya dan bisa belajar dengan semua kesalahanmu dan juga jangan menganggap sakit hatimu sebagai cara untuk menjauhi CINTA tapi jadikanlah sakit hatimu sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam hidupmu..

Minggu, 02 Desember 2012

DENI APRIYANTO


DENI APRIYANTO
DENI APRIYANTO
Nama                                      : Deni Apriyanto
Tempat, Tanggal Lahir           : Palembang/ 4 April 1994
Jurusan                                   :  Ilmu Ekonomi  Dan Studi Pembangunan
Deskripsi
Orangnya ceria, kalau dilihat dari fisiknya beda tipis tingginya sama aku lah, 168 cm mungkin. Anak Palembang ini jiwa melankolis banget, gampang nangis, dan anarkis tapi bisa jadi pendengar setia saat ku cerita romantis. Kalau saya curhat pasti larinya ke Deni. Suara tawanya khas, dengan suara tawa yang keras sambil tangannya memukuli orang disampingnya sampai aku tidak mau disampingnya kalau sedang bercanda dengan Deni. Sahabat aku yang paling bahagia ini sering merasa rindu dengan ibunya. Aku tak tahu setiap dia menghubungi ibunya pasti menangis.
Hmmm.. aku maklumi karena Deni orang yang tidak sanggup jauh dari ibunya. Sebenarnya kasihan, Deni tidak bisa leluasa dikamarnya karena kondisi kamar yang tidak kondusif untuk belajar maupun beristirahat. Karena itulah sering belajar dan tidur dikamar aku. Aku pun tidak keberatan berbagi tempat tidur dengan Deni karena postur dan ukuran tubuh kami yang sama. Bingung dengan sifat Deni, kenapa masuk ekonomi kalau tidak suka dengan hitungan.
Waktu matrikulasi aku sedih melihat wajah Deni. Kenapa ? karena Deni mendapatkan nilai jelek untuk Fisika Umum. Oh bad news buat aku. Mungkin karena beberapa faktor yang tidak aku ketahui sampai mendapatkan nilai yang tidak seberuntung teman yang lain.
Berbicara tentang empek-empek, itu makanan khas Palembang yang aku suka. Kebetulan ada orang keturunan orang Palembang, interview lah sejarah dan makanan khas Palembang. Eh Deni dengan senang hati dan bangga menceritakan, aku juga senang apa yang diutarakannya. Aku curiga, apakah dia benar-benar orang Palembang asli atau bukan, dilihat dari namanya, Deni Apriyanto, seperti nama orang jawa. Makin kepo, aku menanyakan sesuatu lagi sama Deni tentang nama yang disandangnya sejak lahir.
Ternyata eh ternyata, ibunya orang Palembang asli dan bapaknya Deni orang Jawa yang akhirnya mereka menetap di Palembang. Kalau dilihat dari cara berbicaranya, memang lebih pantas jadi psikolog. Dia pernah cerita kalu cita-citanya menjadi psikolog, ya memang cocok jika dibandingkan dengan jurusan ekonomi yang dia jalani sekarang.
 Ada beberapa dari Deni yang aku suka, mungkin bisa disebut kelebihan :
  • ·         Mampu membaca sifat orang hanya dengan melihat foto
Sudah beberapa kali aku menunjukkan foto seseorang untuk dibaca karakter orang tersebut seperti apa, si Deni menjawab tepat. Entah si Deni indigo atau punya indra ketujuh atau apa yang jelas apa yang dia ucapkan hampir sama dengan faktanya. Mungkin kelebihan itu diwarisi oleh nenek moyang yang sejak dahulu kala memiliki ilmu membaca pikiran (telekinesis) atau ‘orang pintar’ pada jamannya.
  • ·         Pandai memasak
Hmm.. aku iri sama orang yang bisa masak. Mengapa bisa memadukan bumbu yang satu dengan lainnya sampai bisa tercipta rasa yang pas dan enak. Salah satu orangnya adalah Deni. Keahlian memasaknya otodidak yang artinya belajar sendiri tanpa pengajaran dari orang yang ahli dibidangnya. Menurut penuturannya, dia sering bantu-bantu ibu di rumah saat masak di dapur. Masuk akal lah. Sebagai orang Palembang, dia mahir membuat empek-empek. Katanya sih buatannya enak tapi aku belum merasakan masakan Deni.
  • ·         Opini yang berbobot
Tidak seperti saya yang sukar berbicara di depan umum, Deni adalah sosok yang ahli dalam berbicara. Opini yang dilontarkannya berbobot dan bisa diterima akal sehat. Aku pernah debat dengan Deni, bisa diakui lah aku kalah karena kata-katanya. Selain itu, Wah hebat juga. Selain itu, dia juga bisa memotivasi orang lain dengan kata-kata mutiaranya.
  • ·         Multi talenta
Masih mengupas tuntas Deni Apriyanto. Bisa dibilang Deni itu multi talenta. Bakatnya dalam bernyanyi cukup lah walaupun suaranya tidak bisa dikategorikan sebagai penyanyi. Dibandingkan dengan suara Agnes Monica, suara Deni beda jauh ibarat jauhnya surga dan neraka. Untuk akting, ehem ini orang jagonya. Tora Sudiro, Vino G. Bastian bahkan aktor kawakan Didi Petet pun jauh jauh lebih diatas Deni. Dinilai dalam usahanya ber-akting, untuk tingkat kabupaten cukup lah peringkat akhir. Lebih pantas menjadi tokoh figuran, pengemis atau tokoh yang tertindas dan tersakiti. Faktor wajahnya lah yang sangat mendukung dan tidak cocok untuk berperan sebagai tokoh utama dalam suatu cerita. Dunia modeling yang sudah digelutinya selama 3 bulan, bisa dibilang cukup berpengalaman. Pernah ikut serta acara Opening Ceremony SEA GAMES 2011 yang kebetulan diselenggarakan di Palembang. Nah, bakat yang satu lagi ini pas, cocok dan professional yang mungkin akan mengantarkan Deni ke rana Internasional. Menari, ya menari. Badannya yang sangat luwes dan gemulai adalah proporsi yang cocok untuk seorang penari. Namun dalam hal ini Deni masih malu-malu untuk menunjukkannya kepada orang lain. Pernah dikatakannya sewaktu SMA pernah masuk ke sanggar tari. Mungkin dari situlah bakat menari Deni bisa berkembang dan ter-eksplor dengan baik.
  • ·         Mempunyai remote control emosi marah dalam tubuhnya
Tidak seperti anak lorong dua yang lainnya yang lebih terbuka dengan emosinya, Deni adalah orang yang bisa mengontrol emosi dengan baik, kecuali emosi saat sedih dan saat senang. Sudah dijelaskan diawal tadi, Deni adalah orang yang melankolis dan ceria. Mudah larut dalam kesedihan dan kebahagiaan. Aku curiga didalam tubuh Deni ini mempunyai sensor atau remote control pengatur emosi saat marah. Selama ini yang aku kenal, aku belum lihat Deni sedang marah-marah. Entah mengapa dia tidak secara terang-terangan meluapkan kemarahannya seperti anak yang lain. Aku tahu Deni itu orangnya menjaga cara bicaranya agar orang lain tidak marah dengan apa ia katakan. Karena itulah dia sering memendam rasa marah itu untuk dirinya sendiri hingga sekarang aku belum melihat amarahnya yang meledak-ledak kepada orang lain. Hal itulah yang meyakinkan aku kalau Deni memiliki remote control emosi marah dalam tubuhnya.
            Kelebihan-kelebihan itu hanyalah sebagian kecil dari dirinya yang memiliki banyak kelebihan. Yang paling aku suka kelebihannya bisa membaca karakter seseorang hanya dengan melihat foto. Berbicara tentang kelebihan, pasti setiap orang memiliki kelemahan masing-masing. Ada beberapa kelemahan atau kekurangan Deni yang ternyata eh ternyata antonym dari kelebihannya.
  • ·      Tidak bisa membaca karakter dari fotonya sendiri
Dia tidak bisa membaca karakter dari fotonya sendiri. Kelemahan ini sebagian besar dari efek kelebihannya. Disaat bisa membaca karakter orang lain, dia sendiri tidak bisa membaca karakter dalam dirinya. Sungguh sangat memprihatinkan haha.
  • ·      Etika ketika makan
Walaupun Deni pandai memasak, tapi kalau lagi makan bisa membuat dunia ini gempar. Saya lihat para tukang bangunan, kuli panggul dan pekerja yang memakai otot adalah contoh orang yang makan dengan lahap tanpa peduli etika makan. Sifat seperti ini yang dimiliki Deni. Makan dengan sangat cepat, bunyi decak saat makan dan seperti ular yang tidak makan selama seminggu. Kalau aku di rumah seperti itu pasti langsung dimarahi kakak terus ditabok.
  • ·      Kata-kata racun
Ini bukanlah kekurangan atau kelemahan Deni tetapi ini adalah potensi besar dan sangat berbahaya yang dimiliki. Sudah dijelaskan diatas bahwa Deni mempunyai kelebihan berbicara dan opini yang berbobot. Aku bisa memberi contoh berbahaya. Deni bisa menjadi moderator yang bisa memutar balikkan fakta dan opini seseorang yang opini tersebut dijadikan boomerang untuk menghancurkan orang yang berpendapat. Kalau ini terjadi pada situasi yang salah, maka akan memberi dampak yang berbahaya. Dengan kata-katanya, Deni bisa menjadi tukang “adu domba” untuk menghancurkan orang lain. Tidak bisa memotivasi diri sendiri adalah kelemahan yang fatal disaat bisa memotivasi orang lain tetapi tidak bisa memotivasi dirinya sendiri. Untuk menjaga rahasia, Deni  adalah orang yang plin plan. Bisa menjadi penjaga rahasia tetapi bisa juga menjadi pembocor rahasia.
  • ·      Pandai bersandiwara
Dunia acting sudah sangat bersahabat dengan Deni. Pandai akting dan menjiwai karakter adalah sesuatu yang mudah baginya. Namun disuatu tempat dia bisa berbohong atau tidak, siapa yang tahu. Berbicara pandai bersandiwara memang jagonya. Nah inilah potensi besar yang harus dia jaga agar tidak sampai terjadi karena biasanya karakter semacam ini diperankan oleh tokoh antagonis dalm sinetron atau cerita. Jika diterapkan dalam dunia nyata sangatlah merugikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
            Kelemahan atau kekurangan tersebut hanya segelintir saja yang bisa aku jelaskan. Sebenarnya masih banyak yang bisa aku tuliskan disini terapi karena jari tanganku sudah pegal maka cukup itu saja. Matur Nuwun.. ^^

Sabtu, 01 Desember 2012

KAMAR 14 (New Version)


Kemaren gue udah buat nih postingan tentang kamar 14, nah sekarang gue mau posting lagi tuh tentang kamar 14 tapi versi si maghrib alias si kebo alias si Mamce alias si Imam Perkosa, eh maksud gue Perkasa. Ini dia penampakan orangnya..
***
Asrama?? Siapa sih yang gatau asrama kan ya kan??? Setau gue juga dulu pas masih jadi anak SMP asrama itu kayak panti asuhan gitu yang bakal ditempatin di sebuah rumah yang kita bakal dikumpulin di satu tempat terus di kumpulin kayak anak ayam terus di atur-atur gitu kayak STPDN gitu. Kan serem kan bayangannya kalo gitu tuh, itu kebayang terus dari gue dulu pas mau kelulusan SMP terus gue mau di tempatin di asrama di daerah Cikampek gitu sama orang tua gue, eh jadinya tetep sekolah di Cikarang gue di SMA Negeri yang ada di Cikarang pokoknya. Semenjak lulus SMA masa galau gue tiba, kenapa??? Biasalah masalah mau lanjut belajar kemana, pas gue mau milih-milih Universitas Negeri ya gue minat di Luar Negeri lah. Tapi karna kesanggupan otak gue dalam akademik yang keterbatasan (biasa-biasa aja ga lebih ga kurang) jadi gue milih di jalur undangan itu di salah satu kampus di Bogor.

Gue sebenernya udah tau kalo gue nanti kalo udah diterima di kampus itu gue bakal di asramain, gue modal nekat dan gue selalu berdoa biar gue nanti pas udah di asrama gue ga jadi anak ayam yang bakal disatuin gitu terus di perlakuin kayak anak STPDN di asrama-asrama militer gitu nantinya, serem gila kalo sampe beneran begitu kan ya. Setelah gue registrasi di kampus karena gue diterima, gue langsung bawa barang-barang bawaan gue ke Dorm (dibaca Asrama). Sesampe di depan gerbang asrama itu, gue langsung berdoa terus keringet dingin gimanaaaa gitu. Ada 3 gedung besar dimana tiap gedungnya bentuk sama modelnya itu sama persis dan gue gatau apa yang bisa bikin beda, mungkin Cuma tempelan yang pertama gue baca itu huruf “G-3” yang ternyata itu tulisannya huruf “C-3” kan huruf C sama G dalam alphabet beda jauh ya beda 4 huruf loh itu lumayan *apasih*.

Oke balik ke topik asrama lagi, sesampenya gue di dalem wilayah asrama itu tuh rame banget anak sama kedua orang tuanya dan gue cuma dateng sendiri karna ibu gue lagi kumpul sama temennya di salah satu gedung yang ada di kampus gue (miris setengah mati kelewat batas), biasalah ibu-ibu kalo udah ketemu sama kelompoknya langsung berubah 180 derajat jadi gimana gitu cucok rempong ciiyyynnnn,,,. Setelah gue SKSD sama panitia yang jaga tenda buat registrasi asrama gitu, gue masuk terus dikasih kunci kamar sama kunci lemari doang, pengen gue tanya juga sih ke abang-abang yang tua gitu yang jagainnya “dapet kunci surga juga ga bang??” abisnya gue registrasi cuma dikasih kunci doang coba, berasa disuruh maling gitu y ague sampe di asrama ini -____-

Oke setelah dapet kunci, dan ternyata gue di kasih tahu sama abang-abangnya itu kalo gue di tempatin di kamar 14 (dibaca : e m p a t b e l a s) oke di kamar 14. Kamar 14 itu katanya sih di lorong 2, gue juga ga ngerti ada sistem lorong-lorong gitu kayak anak tikus gitu ya tinggal di lorong-lorong ._.” ga paham lah gue dan ga penting juga emang cuma kayak gituan mah. Oke gue dapet kamar 14 dan gue langsung menggelinding ke kamar itu sambil nyari juga. Pas ketemu kamarnya, pas juga di depan pintunya, gue langsung komat kamit buat doa semoga ini kamar ga ada penunggunya atau jin dan semacamnya gitu. Gue ambil kunci, gue masukin kunci itu ke pintu, gue buka pelan-pelan, dan tenyataaaaa….. toret to teeeettt… ada seorang yang udah di dalem kamar itu. Dan kalian tau siapa dia??? Ariel yang bawain kalung berlian buat gue *ngaco lagi*. Tenyata dia anak yang berbadan kekar, tingginya ga tinggi-tinggi banget cuma setinggi dagu gue. Namanya Rahmat Hidayat, dia anak Medan yang masih lumayan medok kalo ngomong, apalagi kalo ngomong ada huruf “e” di kalimatnya itu medoknya ga tahan deh keren kebayang kan kalo orang batak gitu kalo lagi ngomong, secara gitu dia marganya keren boy, “Nasution” jadi gimana-gimana gitu ke dia muahahahhaha.

Oke setelah gue masuk, gue kenalan sama dia dan dila langsung buru-buru pergi gatau mau kemana, apa mungkin dia malah takut sama tampang gue yang tinggi , eksotis, serem kali ya ._. ah ga mungkin pasti itu mah, gue kan imut, lucu, keren, asik, gimanaaaa gitu. Oke dia pergi dari kamar dan gue mulai beresin barang bawaan gue dan beresin kasur gue juga, gue milih ranjang di atas dan yang gue tau di bawah gue cuma namanya Iman, keren ya gue Imam dan di bawah ranjang gueIman namanya hahaha. Oke itu sekilas sama yang namanya Iman, gue gatau dia siapa dan gue belum ketemu sama orangnya gimana. Dengan cepat, maghrib pun tiba.

Setelah maghrib dating gue ketemu lagi sama si batak, eh si Rahmat. Seketemunya gue sama dia, gue langsung tanya ke dia “mat ini yang di bawah gue orangnya kemana ya?? ko ga balik balik??” rasa penasaran gue sama tuh orang masih berlebih, dia namanya aja mirip gue gitu kan secara gue Imam dan dia Iman. Gue penasaran apakah dia seganteng gue ga gitu ya. hahaha Oke malem itu kira-kira pukul 9 lewat akhirnya dari dalem kamar gue berdua yang lagi ngobrol asik sama Rahmat tau-taunya ada yang mengetok terus ngebuka kunci pintu, gue berdua sama Rahmat diem bengong aja kayak ayam kena peyakit gitu ngeliat kearah pintu yang bakal dibuka sama siapa dan kita berdua gatau itu siapa.

Oke pintu kebuka dan tenyata yang masuk ke dalem kamar…… orang dengan wajah tua, tingginya ga jauh beda dari Rahmat, mukanya beda gitu sama yang biasanya (bukan alien juga) biasa sih orangnya, gue pikir dia orang Sulawesi, ternyata tuh orang orang Jawa juga kayak gue wkwkwk. Gue kenalan sama dia, namanya gue tau dia bilang namanya “nama gue Iman Tochid, asal gue dari Tegal” dengan logat Tegalnya yang udah basi gitu dan ga terlalu medok dia kenalan ke gue, dan gue juga cuma nangkep dari perkenalan yang dia utarakan ke gua pertama kali itu namanya "Iman Tocit" dan gue sampe sekarang manggil dia dengan panggilan “Tocit” soooooo dia terima-terima aja, dan berarti ini baik buat gue, baik buat dia, dan baik juga buat kandungan kita berdua *ngaco tingkat dewa quan’in* ya gitu lah gue panggil dia dengan sebutan Tocit sampe sekarang. Gue mulai membiasakan hedup bertiga dalam satu kamar ya di kamar 14 itu.

Sebulan udah gue lewatin sama mereka berdua dan waktunya ada anak baru seorang lagi yang bakal masuk ke kamar kita di kamar 14 ini. Oke kita tunggu-tunggu tuh anak, gimana dia orangnya, lebih ganteng dari kita bertiga, apa lebih keren dari kita bertiga, apa dia lebih maco (maho cucok) dari kita bertiga. Oke waktunya tiba *gong dibunyikan* jreng jreng jreng, dia dateng sama semua keluarganya yang bener-bener paling repot gue bisa nilai tuh anak. Dia anak Jakarta lebih tinggi sedikit dari gue kisaran 5cm dari gue, kumisnya yang tebel macem Pak Raden di film “Si Unyil anak Jalanan” pokonya, gue piker dia tua, dewasa, bijak gitu. Taunya sifatnya itu blablablablabla susah diungkapkan dengan kata-kata deh tuh anak, dengan setiap 5 menit sekali bokap nyokapnya nelponin dia nanyhain dia lagi ngapain -____- perasaan babeh sama enyak gue ngga sebegitu perhatiannya ya sama gue, apa takut anaknya diculik sama kita bertiga gitu ya di kamar 14 ini tuh anaknya yang tinggi dengan kumis Pak Raden yang mungkin dia pinjem kemarin pas film Si Unyil lagi tanyang.

Oke mereka dengan keanehan masing-masing dan mungkin gue juga dengan berbagai kekerenan gue, kita berempat bakal kompak dan mungkin aja kita bakal buat boy band mungkin yang gue usul sih nama boy bandnya itu “Fourteen Toon” ga jauh beda sama Tina Tun gitu ya biar kita kece rame-rame dengan kekurusan kita berempat ……….

Oke itu ga mungkin banget ya boy band boy band gitu, gue ga ada bakal nyanyi tapi kalo nari mungkin bisa dikit (nari jempol). Ya gue pastinya bakal setahun menjalani hidup dengan mereka bertiga, dengan kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki, dengan keistimewaan yang mungkin akan gue temukan di zaman motor rodanya udah jadi delapan atau empat belas gitu. Gue yakin kita berempat pasti jadi orang yang makin sukses dan akan lebih sukses lagi setelah keluar dari kamar 14 ini, dan kita bakal kompak hingga nanti dan seterusnya ya hehehe amin amin….

Perjalanan hidup memang berliku dan tidak selalu sejalan dengan apa yang kita harapkan, akan tetapi kehidupan yang bercorak itu lebih bermakna dibandingkan kehidupan yang polos tanpa corak. Hidup itu simple :)
***
Weeew keren mbrot, tapi tetep keren tulisan gue dooong. Kocak sih, gue paling suka statement pas Ariel dateng ke kamar bawa kalung *apaan sih*. Hahaha J.. yang patut dicurigai jangan-jangan si Mamce’ lagi mengandung beneran.. ih sereem dan yang jelas gue bukan bapak dari anak yang dikandungnya..wkwkwk itu adalah si Rahmat !!! hahaha…. J