DENI APRIYANTO
DENI
APRIYANTO
Nama : Deni
Apriyanto
Tempat,
Tanggal Lahir : Palembang/ 4
April 1994
Jurusan : Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan
Deskripsi
Orangnya ceria, kalau dilihat dari
fisiknya beda tipis tingginya sama aku lah, 168 cm mungkin. Anak Palembang ini
jiwa melankolis banget, gampang nangis, dan anarkis tapi bisa jadi pendengar
setia saat ku cerita romantis. Kalau saya curhat pasti larinya ke Deni. Suara tawanya
khas, dengan suara tawa yang keras sambil tangannya memukuli orang disampingnya
sampai aku tidak mau disampingnya kalau sedang bercanda dengan Deni. Sahabat
aku yang paling bahagia ini sering merasa rindu dengan ibunya. Aku tak tahu
setiap dia menghubungi ibunya pasti menangis.
Hmmm.. aku maklumi karena Deni orang
yang tidak sanggup jauh dari ibunya. Sebenarnya kasihan, Deni tidak bisa
leluasa dikamarnya karena kondisi kamar yang tidak kondusif untuk belajar
maupun beristirahat. Karena itulah sering belajar dan tidur dikamar aku. Aku
pun tidak keberatan berbagi tempat tidur dengan Deni karena postur dan ukuran
tubuh kami yang sama. Bingung dengan sifat Deni, kenapa masuk ekonomi kalau
tidak suka dengan hitungan.
Waktu matrikulasi aku sedih melihat
wajah Deni. Kenapa ? karena Deni mendapatkan nilai jelek untuk Fisika Umum. Oh bad
news buat aku. Mungkin karena beberapa faktor yang tidak aku ketahui sampai
mendapatkan nilai yang tidak seberuntung teman yang lain.
Berbicara tentang empek-empek, itu
makanan khas Palembang yang aku suka. Kebetulan ada orang keturunan orang
Palembang, interview lah sejarah dan makanan khas Palembang. Eh Deni dengan
senang hati dan bangga menceritakan, aku juga senang apa yang diutarakannya.
Aku curiga, apakah dia benar-benar orang Palembang asli atau bukan, dilihat
dari namanya, Deni Apriyanto, seperti nama orang jawa. Makin kepo, aku
menanyakan sesuatu lagi sama Deni tentang nama yang disandangnya sejak lahir.
Ternyata eh ternyata, ibunya orang
Palembang asli dan bapaknya Deni orang Jawa yang akhirnya mereka menetap di
Palembang. Kalau dilihat dari cara berbicaranya, memang lebih pantas jadi
psikolog. Dia pernah cerita kalu cita-citanya menjadi psikolog, ya memang cocok
jika dibandingkan dengan jurusan ekonomi yang dia jalani sekarang.
Ada beberapa dari Deni yang aku suka, mungkin
bisa disebut kelebihan :
- · Mampu membaca sifat orang hanya dengan melihat foto
Sudah beberapa kali aku menunjukkan
foto seseorang untuk dibaca karakter orang tersebut seperti apa, si Deni
menjawab tepat. Entah si Deni indigo atau punya indra ketujuh atau apa yang
jelas apa yang dia ucapkan hampir sama dengan faktanya. Mungkin kelebihan itu
diwarisi oleh nenek moyang yang sejak dahulu kala memiliki ilmu membaca pikiran
(telekinesis) atau ‘orang pintar’ pada jamannya.
- · Pandai memasak
Hmm.. aku iri sama orang yang bisa
masak. Mengapa bisa memadukan bumbu yang satu dengan lainnya sampai bisa
tercipta rasa yang pas dan enak. Salah satu orangnya adalah Deni. Keahlian
memasaknya otodidak yang artinya belajar sendiri tanpa pengajaran dari orang
yang ahli dibidangnya. Menurut penuturannya, dia sering bantu-bantu ibu di
rumah saat masak di dapur. Masuk akal lah. Sebagai orang Palembang, dia mahir
membuat empek-empek. Katanya sih buatannya enak tapi aku belum merasakan
masakan Deni.
- · Opini yang berbobot
Tidak seperti saya yang sukar
berbicara di depan umum, Deni adalah sosok yang ahli dalam berbicara. Opini
yang dilontarkannya berbobot dan bisa diterima akal sehat. Aku pernah debat
dengan Deni, bisa diakui lah aku kalah karena kata-katanya. Selain itu, Wah
hebat juga. Selain itu, dia juga bisa memotivasi orang lain dengan kata-kata
mutiaranya.
- · Multi talenta
Masih mengupas tuntas Deni Apriyanto.
Bisa dibilang Deni itu multi talenta. Bakatnya dalam bernyanyi cukup lah walaupun
suaranya tidak bisa dikategorikan sebagai penyanyi. Dibandingkan dengan suara
Agnes Monica, suara Deni beda jauh ibarat jauhnya surga dan neraka. Untuk
akting, ehem ini orang jagonya. Tora Sudiro, Vino G. Bastian bahkan aktor
kawakan Didi Petet pun jauh jauh lebih diatas Deni. Dinilai dalam usahanya
ber-akting, untuk tingkat kabupaten cukup lah peringkat akhir. Lebih pantas
menjadi tokoh figuran, pengemis atau tokoh yang tertindas dan tersakiti. Faktor
wajahnya lah yang sangat mendukung dan tidak cocok untuk berperan sebagai tokoh
utama dalam suatu cerita. Dunia modeling yang sudah digelutinya selama 3 bulan,
bisa dibilang cukup berpengalaman. Pernah ikut serta acara Opening Ceremony SEA
GAMES 2011 yang kebetulan diselenggarakan di Palembang. Nah, bakat yang satu
lagi ini pas, cocok dan professional yang mungkin akan mengantarkan Deni ke
rana Internasional. Menari, ya menari. Badannya yang sangat luwes dan gemulai
adalah proporsi yang cocok untuk seorang penari. Namun dalam hal ini Deni masih
malu-malu untuk menunjukkannya kepada orang lain. Pernah dikatakannya sewaktu
SMA pernah masuk ke sanggar tari. Mungkin dari situlah bakat menari Deni bisa
berkembang dan ter-eksplor dengan baik.
- · Mempunyai remote control emosi marah dalam tubuhnya
Tidak seperti anak lorong dua yang
lainnya yang lebih terbuka dengan emosinya, Deni adalah orang yang bisa
mengontrol emosi dengan baik, kecuali emosi saat sedih dan saat senang. Sudah
dijelaskan diawal tadi, Deni adalah orang yang melankolis dan ceria. Mudah
larut dalam kesedihan dan kebahagiaan. Aku curiga didalam tubuh Deni ini
mempunyai sensor atau remote control pengatur emosi saat marah. Selama ini yang
aku kenal, aku belum lihat Deni sedang marah-marah. Entah mengapa dia tidak
secara terang-terangan meluapkan kemarahannya seperti anak yang lain. Aku tahu
Deni itu orangnya menjaga cara bicaranya agar orang lain tidak marah dengan apa
ia katakan. Karena itulah dia sering memendam rasa marah itu untuk dirinya
sendiri hingga sekarang aku belum melihat amarahnya yang meledak-ledak kepada
orang lain. Hal itulah yang meyakinkan aku kalau Deni memiliki remote control
emosi marah dalam tubuhnya.
Kelebihan-kelebihan itu hanyalah
sebagian kecil dari dirinya yang memiliki banyak kelebihan. Yang paling aku
suka kelebihannya bisa membaca karakter seseorang hanya dengan melihat foto.
Berbicara tentang kelebihan, pasti setiap orang memiliki kelemahan
masing-masing. Ada beberapa kelemahan atau kekurangan Deni yang ternyata eh
ternyata antonym dari kelebihannya.
- · Tidak bisa membaca karakter dari fotonya sendiri
Dia tidak bisa membaca karakter dari
fotonya sendiri. Kelemahan ini sebagian besar dari efek kelebihannya. Disaat
bisa membaca karakter orang lain, dia sendiri tidak bisa membaca karakter dalam
dirinya. Sungguh sangat memprihatinkan haha.
- · Etika ketika makan
Walaupun
Deni pandai memasak, tapi kalau lagi makan bisa membuat dunia ini gempar. Saya
lihat para tukang bangunan, kuli panggul dan pekerja yang memakai otot adalah
contoh orang yang makan dengan lahap tanpa peduli etika makan. Sifat seperti
ini yang dimiliki Deni. Makan dengan sangat cepat, bunyi decak saat makan dan
seperti ular yang tidak makan selama seminggu. Kalau aku di rumah seperti itu
pasti langsung dimarahi kakak terus ditabok.
- · Kata-kata racun
Ini
bukanlah kekurangan atau kelemahan Deni tetapi ini adalah potensi besar dan
sangat berbahaya yang dimiliki. Sudah dijelaskan diatas bahwa Deni mempunyai
kelebihan berbicara dan opini yang berbobot. Aku bisa memberi contoh berbahaya.
Deni bisa menjadi moderator yang bisa memutar balikkan fakta dan opini
seseorang yang opini tersebut dijadikan boomerang untuk menghancurkan orang
yang berpendapat. Kalau ini terjadi pada situasi yang salah, maka akan memberi
dampak yang berbahaya. Dengan kata-katanya, Deni bisa menjadi tukang “adu
domba” untuk menghancurkan orang lain. Tidak bisa memotivasi diri sendiri
adalah kelemahan yang fatal disaat bisa memotivasi orang lain tetapi tidak bisa
memotivasi dirinya sendiri. Untuk menjaga rahasia, Deni adalah orang yang plin plan. Bisa menjadi
penjaga rahasia tetapi bisa juga menjadi pembocor rahasia.
- · Pandai bersandiwara
Dunia acting sudah sangat bersahabat
dengan Deni. Pandai akting dan menjiwai karakter adalah sesuatu yang mudah
baginya. Namun disuatu tempat dia bisa berbohong atau tidak, siapa yang tahu.
Berbicara pandai bersandiwara memang jagonya. Nah inilah potensi besar yang
harus dia jaga agar tidak sampai terjadi karena biasanya karakter semacam ini diperankan
oleh tokoh antagonis dalm sinetron atau cerita. Jika diterapkan dalam dunia
nyata sangatlah merugikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Kelemahan atau kekurangan tersebut
hanya segelintir saja yang bisa aku jelaskan. Sebenarnya masih banyak yang bisa
aku tuliskan disini terapi karena jari tanganku sudah pegal maka cukup itu
saja. Matur Nuwun.. ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar