Minggu, 02 Desember 2012

DENI APRIYANTO


DENI APRIYANTO
DENI APRIYANTO
Nama                                      : Deni Apriyanto
Tempat, Tanggal Lahir           : Palembang/ 4 April 1994
Jurusan                                   :  Ilmu Ekonomi  Dan Studi Pembangunan
Deskripsi
Orangnya ceria, kalau dilihat dari fisiknya beda tipis tingginya sama aku lah, 168 cm mungkin. Anak Palembang ini jiwa melankolis banget, gampang nangis, dan anarkis tapi bisa jadi pendengar setia saat ku cerita romantis. Kalau saya curhat pasti larinya ke Deni. Suara tawanya khas, dengan suara tawa yang keras sambil tangannya memukuli orang disampingnya sampai aku tidak mau disampingnya kalau sedang bercanda dengan Deni. Sahabat aku yang paling bahagia ini sering merasa rindu dengan ibunya. Aku tak tahu setiap dia menghubungi ibunya pasti menangis.
Hmmm.. aku maklumi karena Deni orang yang tidak sanggup jauh dari ibunya. Sebenarnya kasihan, Deni tidak bisa leluasa dikamarnya karena kondisi kamar yang tidak kondusif untuk belajar maupun beristirahat. Karena itulah sering belajar dan tidur dikamar aku. Aku pun tidak keberatan berbagi tempat tidur dengan Deni karena postur dan ukuran tubuh kami yang sama. Bingung dengan sifat Deni, kenapa masuk ekonomi kalau tidak suka dengan hitungan.
Waktu matrikulasi aku sedih melihat wajah Deni. Kenapa ? karena Deni mendapatkan nilai jelek untuk Fisika Umum. Oh bad news buat aku. Mungkin karena beberapa faktor yang tidak aku ketahui sampai mendapatkan nilai yang tidak seberuntung teman yang lain.
Berbicara tentang empek-empek, itu makanan khas Palembang yang aku suka. Kebetulan ada orang keturunan orang Palembang, interview lah sejarah dan makanan khas Palembang. Eh Deni dengan senang hati dan bangga menceritakan, aku juga senang apa yang diutarakannya. Aku curiga, apakah dia benar-benar orang Palembang asli atau bukan, dilihat dari namanya, Deni Apriyanto, seperti nama orang jawa. Makin kepo, aku menanyakan sesuatu lagi sama Deni tentang nama yang disandangnya sejak lahir.
Ternyata eh ternyata, ibunya orang Palembang asli dan bapaknya Deni orang Jawa yang akhirnya mereka menetap di Palembang. Kalau dilihat dari cara berbicaranya, memang lebih pantas jadi psikolog. Dia pernah cerita kalu cita-citanya menjadi psikolog, ya memang cocok jika dibandingkan dengan jurusan ekonomi yang dia jalani sekarang.
 Ada beberapa dari Deni yang aku suka, mungkin bisa disebut kelebihan :
  • ·         Mampu membaca sifat orang hanya dengan melihat foto
Sudah beberapa kali aku menunjukkan foto seseorang untuk dibaca karakter orang tersebut seperti apa, si Deni menjawab tepat. Entah si Deni indigo atau punya indra ketujuh atau apa yang jelas apa yang dia ucapkan hampir sama dengan faktanya. Mungkin kelebihan itu diwarisi oleh nenek moyang yang sejak dahulu kala memiliki ilmu membaca pikiran (telekinesis) atau ‘orang pintar’ pada jamannya.
  • ·         Pandai memasak
Hmm.. aku iri sama orang yang bisa masak. Mengapa bisa memadukan bumbu yang satu dengan lainnya sampai bisa tercipta rasa yang pas dan enak. Salah satu orangnya adalah Deni. Keahlian memasaknya otodidak yang artinya belajar sendiri tanpa pengajaran dari orang yang ahli dibidangnya. Menurut penuturannya, dia sering bantu-bantu ibu di rumah saat masak di dapur. Masuk akal lah. Sebagai orang Palembang, dia mahir membuat empek-empek. Katanya sih buatannya enak tapi aku belum merasakan masakan Deni.
  • ·         Opini yang berbobot
Tidak seperti saya yang sukar berbicara di depan umum, Deni adalah sosok yang ahli dalam berbicara. Opini yang dilontarkannya berbobot dan bisa diterima akal sehat. Aku pernah debat dengan Deni, bisa diakui lah aku kalah karena kata-katanya. Selain itu, Wah hebat juga. Selain itu, dia juga bisa memotivasi orang lain dengan kata-kata mutiaranya.
  • ·         Multi talenta
Masih mengupas tuntas Deni Apriyanto. Bisa dibilang Deni itu multi talenta. Bakatnya dalam bernyanyi cukup lah walaupun suaranya tidak bisa dikategorikan sebagai penyanyi. Dibandingkan dengan suara Agnes Monica, suara Deni beda jauh ibarat jauhnya surga dan neraka. Untuk akting, ehem ini orang jagonya. Tora Sudiro, Vino G. Bastian bahkan aktor kawakan Didi Petet pun jauh jauh lebih diatas Deni. Dinilai dalam usahanya ber-akting, untuk tingkat kabupaten cukup lah peringkat akhir. Lebih pantas menjadi tokoh figuran, pengemis atau tokoh yang tertindas dan tersakiti. Faktor wajahnya lah yang sangat mendukung dan tidak cocok untuk berperan sebagai tokoh utama dalam suatu cerita. Dunia modeling yang sudah digelutinya selama 3 bulan, bisa dibilang cukup berpengalaman. Pernah ikut serta acara Opening Ceremony SEA GAMES 2011 yang kebetulan diselenggarakan di Palembang. Nah, bakat yang satu lagi ini pas, cocok dan professional yang mungkin akan mengantarkan Deni ke rana Internasional. Menari, ya menari. Badannya yang sangat luwes dan gemulai adalah proporsi yang cocok untuk seorang penari. Namun dalam hal ini Deni masih malu-malu untuk menunjukkannya kepada orang lain. Pernah dikatakannya sewaktu SMA pernah masuk ke sanggar tari. Mungkin dari situlah bakat menari Deni bisa berkembang dan ter-eksplor dengan baik.
  • ·         Mempunyai remote control emosi marah dalam tubuhnya
Tidak seperti anak lorong dua yang lainnya yang lebih terbuka dengan emosinya, Deni adalah orang yang bisa mengontrol emosi dengan baik, kecuali emosi saat sedih dan saat senang. Sudah dijelaskan diawal tadi, Deni adalah orang yang melankolis dan ceria. Mudah larut dalam kesedihan dan kebahagiaan. Aku curiga didalam tubuh Deni ini mempunyai sensor atau remote control pengatur emosi saat marah. Selama ini yang aku kenal, aku belum lihat Deni sedang marah-marah. Entah mengapa dia tidak secara terang-terangan meluapkan kemarahannya seperti anak yang lain. Aku tahu Deni itu orangnya menjaga cara bicaranya agar orang lain tidak marah dengan apa ia katakan. Karena itulah dia sering memendam rasa marah itu untuk dirinya sendiri hingga sekarang aku belum melihat amarahnya yang meledak-ledak kepada orang lain. Hal itulah yang meyakinkan aku kalau Deni memiliki remote control emosi marah dalam tubuhnya.
            Kelebihan-kelebihan itu hanyalah sebagian kecil dari dirinya yang memiliki banyak kelebihan. Yang paling aku suka kelebihannya bisa membaca karakter seseorang hanya dengan melihat foto. Berbicara tentang kelebihan, pasti setiap orang memiliki kelemahan masing-masing. Ada beberapa kelemahan atau kekurangan Deni yang ternyata eh ternyata antonym dari kelebihannya.
  • ·      Tidak bisa membaca karakter dari fotonya sendiri
Dia tidak bisa membaca karakter dari fotonya sendiri. Kelemahan ini sebagian besar dari efek kelebihannya. Disaat bisa membaca karakter orang lain, dia sendiri tidak bisa membaca karakter dalam dirinya. Sungguh sangat memprihatinkan haha.
  • ·      Etika ketika makan
Walaupun Deni pandai memasak, tapi kalau lagi makan bisa membuat dunia ini gempar. Saya lihat para tukang bangunan, kuli panggul dan pekerja yang memakai otot adalah contoh orang yang makan dengan lahap tanpa peduli etika makan. Sifat seperti ini yang dimiliki Deni. Makan dengan sangat cepat, bunyi decak saat makan dan seperti ular yang tidak makan selama seminggu. Kalau aku di rumah seperti itu pasti langsung dimarahi kakak terus ditabok.
  • ·      Kata-kata racun
Ini bukanlah kekurangan atau kelemahan Deni tetapi ini adalah potensi besar dan sangat berbahaya yang dimiliki. Sudah dijelaskan diatas bahwa Deni mempunyai kelebihan berbicara dan opini yang berbobot. Aku bisa memberi contoh berbahaya. Deni bisa menjadi moderator yang bisa memutar balikkan fakta dan opini seseorang yang opini tersebut dijadikan boomerang untuk menghancurkan orang yang berpendapat. Kalau ini terjadi pada situasi yang salah, maka akan memberi dampak yang berbahaya. Dengan kata-katanya, Deni bisa menjadi tukang “adu domba” untuk menghancurkan orang lain. Tidak bisa memotivasi diri sendiri adalah kelemahan yang fatal disaat bisa memotivasi orang lain tetapi tidak bisa memotivasi dirinya sendiri. Untuk menjaga rahasia, Deni  adalah orang yang plin plan. Bisa menjadi penjaga rahasia tetapi bisa juga menjadi pembocor rahasia.
  • ·      Pandai bersandiwara
Dunia acting sudah sangat bersahabat dengan Deni. Pandai akting dan menjiwai karakter adalah sesuatu yang mudah baginya. Namun disuatu tempat dia bisa berbohong atau tidak, siapa yang tahu. Berbicara pandai bersandiwara memang jagonya. Nah inilah potensi besar yang harus dia jaga agar tidak sampai terjadi karena biasanya karakter semacam ini diperankan oleh tokoh antagonis dalm sinetron atau cerita. Jika diterapkan dalam dunia nyata sangatlah merugikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
            Kelemahan atau kekurangan tersebut hanya segelintir saja yang bisa aku jelaskan. Sebenarnya masih banyak yang bisa aku tuliskan disini terapi karena jari tanganku sudah pegal maka cukup itu saja. Matur Nuwun.. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar